Senin, 04 Januari 2010

Menyusun Produk Kredit

Produk kredit sebenarnya perlu disusun berdasarkan permintaan pasar sasaran. Ini meliputi penetapan jumlah kredit, jangka waktu kredit, persyaratan agunan (atau pengganti), suku bunga dan provisi dan secara potensial, persyaratan tabungan wajib atau kontribusi kelompok.

Keberhasilan menyusun produk kredit yang memenuhi kebutuhan pengusaha mikro adalah penting bagi setiap LKM. Penting bahwa orang yang menyediakan dan mengevaluasi pelayanan kredit memahami unsur-unsur berbeda dari produk kredit dan cara dimana semua unsur ini mempengaruhi baik para peminjam maupun kelangsungan hidup LKM.

Pola Kas Pelanggan dan Jumlah Kredit

Untuk menyusun produk kredit untuk memenuhi kebutuhan peminjam, penting untuk memahami pola kas peminjam. Arus Kas Masuk adalah uang tunai yang diterima oleh bisnis atau rumah tangga dalam bentuk upah, pendapatan penjualan, kredit, atau hadiah. Arus Kas Keluar adalah uang yang dibayar oleh bisnis atau rumah tangga untuk menutup pembayaran atau pembelian. Pola kas adalah penting sepanjang mereka memepengaruhi kemampuan hutang para peminjam. Para pemberi kredit harus memastikan bahwa peminjam mempunyai cukup arus kas masuk untuk menutup pembayaran kredit bilamana mereka jatuh tempo.

Kredit harus didasarkan pada pola kas para peminjam dan disusun sedemikian rupa untuk memungkinkan pelanggan memebayar kembali kredit tanpa kesukaran yang tidak semestinya. Ini membantu LKM menghindari kerugian potensial dan mendorong para pelanggan untuk mengelola dana mereka dengan hati-hati dan untuk membangun suatu aktiva. (Ini tidak berarti bahwa arus kas dari kegiatan khusus saja yang dipertimbangkan, semua arus kas adalah relevan).

Bagaimana Jangka Waktu Kredit Mempengaruhi Kemampuan Peminjam Untuk Membayar Kembali?

Jangka waktu kredit adalah salah satu variabel paling penting dalam keuangan mikro. Jangka waktu adalah periode waktu didalam mana seluruh kredit harus dibayar kembali. Jangka waktu kredit mempengaruhi jadwal pembayaran kembali, pendapatan untuk LKM, biaya pembiayaan untuk pelanggan dan akhirnya ketetapan pengguna kredit. Semakin tepat jangka waktu kredit dengan kebutuhan pelanggan, semakin mudah pelanggan menanggung kredit dan semakin besar kemungkinan pembyaran kembali dilakukan dengan tepat waktu dan penuh.

Kekhawatiran akan berkurang seiring dengan semakin menguntungkannya bisnis karena pendapatan yang lebih besar berpotensi menghasilkan pendapatan tambahan yang cukup untuk mengembangkan tabungan yang cukup, sehingga pelanggan tidak lagi perlu meminjam kecuali apabila ia ingin memeperluas bisnisnya. (Dalam hal ini, LKM telah berhasil memeprbaiki keadaan ekonomi pelanggannya dan tidak perlu membiarkan pelanggan ini pergi karena jasa atau produk yang buruk).

Bergantung pada pola kas dan jangka waktu kredit, para pelanggan adakalanya lebih suka membayar lebih dulu kredit mereka. Pembayaran lebih dulu mempunyai dua keuntungan utama bagi pelanggan, yaitu :

1. Mereka dapat mengurangi resiko keamanan dan godaan

untuk menghabiskan jumlah uang yang berlebih.

2. Mereka dapat mengurangi bebas angsuran kredit

selanjutnya dalam siklus kredit.

Pembayaran lebih dulu menghasilkan satu keuntungan yang jelas untuk LKM, dengan lebih awal membayar kembali kredit, LKM dapat memutarkan portofolio lebih cepat dan dengan demikian menjangkau pelanggan lebih banyak.

Pembayaran lebih dulu juga dapat menandakan bahwa para peminjam sedang menerima kredit dari pemberi kredit yang lain, yang mungkin menyediakan pelayanan yang lebih baik, suku bunga lebih rendah atau jangka waktu yang lebih tepat. Kalau demikian halnya, LKM perlu memeriksa produk kreditnya dan produk kredit para pemberi kredit lainnya.

Frekwensi Pembayaran Kredit

Pembayaran kredit dapat dilakukan secara angsuran (mingguan, dua mingguan, bulanan) atau sekaligus pada akhir jangka waktu kredit, tergantung pola kas peminjam. Untuk sebagian besar, bunga dan pokok dibayar bersama. Namun demikian, beberapa LKM membebani bunga dimuka (dibayar pada awal jangka waktu kredit) dan pokok sepanjang jangka waktu kredit, sedangkan pihak lain menagih bunga secara berkala dan pokok pada akhir jangka waktu kredit.

Kegiatan yang menghasilkan pendapatan terus menerus dapat disusun dengan pembayaran angsuran. Dengan cara ini, pelanggan mampu membayar kembali kredit sepanjang waktu tanpa harus menabung jumlah kredit (untuk pembayaran kembali) selama jangka waktu kredit. Frekwensi pembayaran kredit tergantung kebutuhan pelanggan dan kemampuan LKM untuk memastikan pembayaran kembali. Sebagian pelepas uang mengumpulkan pembayaran setiap hari, terutama sekali apabila peminjam adalah penjaja pasar yang menerima uang secara harian. Pemberi kredit lainnya menagih bulanan, karena mereka tidak mudah dijangkau peminjam (yaitu kantor cabang bank jaraknya jauh dari bisnis peminjam). Suatu keseimbangan harus dicapai antara biaya transaksi berkenaan dengan frekwensi pembayaran dan resiko gagal bayar karena manajemen kas yang buruk berkenaan dengan pembayaran kembali yang jarang terjadi.

Modal Kerja dan Kredit Aktiva Tetap

Kredit Modal Kerja dimaksudkan untuk pengeluaran sekarang yang biaya terjadi selama bisnis berjalan. Modal kerja merujuk pada investasi dalam aktiva lancar atau jangka pendek untuk digunakan didalam satu tahun. Sebagai contoh adalah pembelian kayu untuk pekerjaan kayu, pembelian makanan atau barang untuk berjualan dipasar, atau pembelian pakan ayam untuk berternak ayam. Kredit yang diberikan untuk modal harus mempunyai jangka waktu kredit yang sesuai dengan siklus bisnis dari peminjam. Pada umumnya kredit modal kerja dari LKM adalah untuk dua bulan hingga satu tahun.

Kredit Aktiva Tetap dimaksudkan untuk pembelian aktiva yang digunakan sepanjang waktu dalam bisnis. Aktiva ini secara khas mempunyai kelangsungan hidup lebih dari satu tahun. Biasanya aktiva tetap diartikan sebagai mesin-mesin, peralatan serta tanah dan bangunan. Beberapa contoh aktiva tetap adalah sepeda motor, mesin jahit, mesin penetas telur, atau becak. Karena kegiatan produktif tidak langsung menghabiskan aktiva tetap (yaitu : tidak dijual sebagai bagiandari produk), dampak terhadap keuntungan dirasakan melampaui jangka waktu yang lebih panjang.

Agunan Kredit

LKM meminjamkan kredit kepada para pelanggan berpendapatan rendah yang seringkali mempunyai aktiva yang sangat sedikit. Karenanya, agunan tradisional seperti rumah, tanah, mesin-mesin, dan aktiva tetap lainnya seringkali tidak tersedia. Berbagai cara inovatif untuk mengurangi resiko kerugian kredit telah dikembangkan, termasuk agunan pengganti dan agunan alternatif.

Agunan Pengganti

  • Garansi Kelompok. Banyak LKM memfasilitasi pembentukan kelompok dimana para anggotanya saling menjamin kredit masing6masing. Garansi dapat berupa garansi lengkap, dimana para anggota lain dari kelompok tidak dapat mengakses kredit apabila semua anggota tidak lancar dengan pembayaran kredit mereka, atau garansi sesungguhnya dengan para anggota kelompok memikul tanggung jawab kalau ada anggota lain dari kelompok yang gagal membayar kreditnya.
  • Meminjamkan Berdasarka watak. Beberapa LKM meminjamkan kepada orang berdasarkan nama baik dimasyarakat. Sebelum memberikan kredit, pejabat kredit mengunjungi beberapa pihak dimasyarakat dan menanyakan mengenai watak dan perilaku pelanggan potensial.
  • Frekwensi Kunjungan ke Bisnis Oleh Pejabat Kredit. Asalkan kantor cabang atau pejabat kredit berada dalam jarak geografis yang layak dari para pelanggan mereka, frekwensi berkunjung membantu memastikan bahwa pelanggan menjalankan bisnis dan mempunyai kemauan untuk membayar kembali kredit. Kunjungan yang sering juga memungkinkan pejabat kredit memahami bisnis pelanggannya dan ketetapan dari kredit (jumlah, jangka waktu, frekwensi pembayaran, dan sebagainya). Kunjungan juga menyumbang pada saling menghargai antara pelanggan dengan pejabat kredit karena mereka belajar menghargai dan memahami komitmen masing-masing terhadap pekerjaan mereka.
  • Risiko Malu Dimuka Umum. Seringkali para pelanggan akan membayar kembali kredit apabila mereka merasa akan menanggung mali dimuka keluarga, teman sebaya, dan tetangga mereka. ini demikian halnya kalau pemberitahuan umum, pengumuman disurat kabar, atau pengumuman pada pertemuan komunitasmengumumkan nama para peminjam yang tidak membayar kembali kredit.
  • Resiko Masuk Penjara atau Gugatan Hukum. Tergantung konteks hukum dari negara, beberapa LKM telah menggugat atau dalam kasusu yang jarang terjadi, bahkan memenjarakan pelanggan karena tidak membayar. Terkadang resiko dari akibat hukum saja sudah cukup untuk mendorong pembayaran kembali.

Bentuk-Bentuk Agunan Alternatif

Tabungan Wajib. Banyak LKM mengharuskan pelanggan mempertahankan saldo (yang dinyatakan sebagai suatu persentase dari kredit) dalam tabungan (atau sebagai sumbangan untuk dana kelompok) untuk kredit pertama atau kredit berikutnya (atau dua-duanya). Tabungan wajib berbeda dengan tabungan sukarela karena tidak dapat ditarik kembali sementara kredit masih belum lunas. Dengan cara ini tabungan wajib berlaku sebagai agunan.

Tabungan wajib dapat mempunyai dampak positif terhadap pelanggan dengan memperlancar pola konsumsi mereka dan menyediakan dana untuk keadaan darurat asalkan tabungan tersebut untuk penarikan oleh peminjam. Kebanyakan tabungan wajib hanya tersedia untuk penarikan pada akhir jangka waktu kredit, asalkan kredit telah dibayar kembali secara penuh. Dengan demikian para pelanggan memiliki arus kas tambahan untuk investasi atau konsumsi pada akhir jangka waktu kredit. Tabungan wajib juga menyediakan cara untuk membangun aktiva para pelanggan, tidak semua LKM melihat tabungan wajib secara ketat sebagai suatu bentuk agunan alternatif.

Aktiva yang Diagunankan Kurang Dari Nilai Kredit. Terkadang tanpa menghiraukan nilai pasar sebenarnya dari aktiva milik peminjam, tindakan menjaminkan aktiva (seperti perabotan atau alat-alat rumah tangga) dan karena itu kesadaran mereka dapat hilang menyebabkan pelanggan kesulitan untuk membayar kredit kembali. Adalah penting bahwa LKM mengeksekusi agunan kalau pelanggan tidak membayar kembali kredit. Ini mengirimkan pesan kepada para peminjam lain bahwa LKM serius mengenai pembayaran kembali kredit.

Jaminan Pribadi. Walaupun para peminjam mikro sendiri seringkali tidak mampu menjamin kredit mereka, terkadang mereka dibantu teman-teman atau sanak saudara untuk menyediakan jaminan pribadi. Ini berarti bahwa sekiranya peminjam tidak mampu membayar kembali, maka orang yang telah menyediakan jaminan pribadi bertanggung jawab untuk membayar kembali kredit.

Penetapan Harga Kredit

Menetapkan harga kredit adalah aspek penting dari pola produk kredit. Suatu keseimbangan harus tercapai antara apa yang mampu ditanggung oleh pelanggan dengan apa yang perlu dihasilkan oleh organisasi untuk menutup sebuah biayanya. LKM harus memastikan bahwa operasinya seefisien mungkin sehingga beban yang tidak semestinya tidak dibebamkan kepada para pelanggannya dalam bentuk suku bunga dan provisi yang tinggi.

LKM dapat menetapkan suku bunga yang mereka perlu bebankan terhadap kredit berdasarkan struktur biaya mereka. LKM menanggung 4 macam biaya berbeda, yaitu :

1. Biaya pembiayaan.

2. Biaya operasional.

3. Biaya modal.

4. Biaya penyisihan kerugian kredit.

Rabu, 30 Desember 2009

GRAMEN BANK

Muhammad Yunus, adalah pendiri bank ini, mendapatkan gelar doktor dalam ekonomi dari Universitas Vanderbilt. Dia terinspirasi pada bencana kelaparan Bangladesh pada 1974 untuk membuat pinjaman kecil kepada sebuah kelompok keluarga agar mereka dapat membuat barang kecil untuk dijual. Yunus percaya dengan memberikan pinjaman kecil tersebut kepada masyarakat luas dapat menghilangkan kemiskinan yang parah di pedesaan di Bangladesh.

Grameen Bank adalah sebuah organisasi kredit mikro yang dimulai di Bangladesh yang memberikan pinjaman kecil kepada orang yang kurang mampu tanpa membutuhkan collateral. Sistem ini berdasarkan ide bahwa orang miskin memiliki kemampuan yang kurang digunakan. Yang berbeda dari kredit ini adalah pinjaman diberikan kepada kelompok perempuan produktif yang masih berada dalam status sosial miskin. Pola Grameen bank ini telah diadopsi oleh hampir 130 negara didunia (kebanyakan dinegara Asia dan Afrika). Jika diterapkan dengan konsisten, pola Grameen Bank ini dapat mencapai tujuan untuk membantu perekonomian masyarakat miskin melalui perempuan.Bank ini terpilih sebagai penerima Penghargaan Perdamaian Nobel (bersama dengan Muhammad Yunus) pada tahun 2006.

Saat ini telah berdiri 2.431 cavang dari Gramen Bank yang menyediakan kredit bagi 7,2 juta rakyat miskin di 78.659 desa di Bangladesh.Muhammad Yunus memulai proyek Gramen Bank pada tahun 1976 dan dapat mewujudkannya menjadi Bank resmi pada tahun 1983 yang menyediakan pinjaman kecil untuk wiraswasta bank rakyat miskin dipedesaan terutama kaum perempuan miskin. Selain Gramen Bank, ia juga menciptakan sejumlah perusahaan di Bangladesh yang ditujukan untuk menanggulangi kemiskinana di antaranya Gramen Phone yakni sebagai perusahaan komunikasi, Gramen Cybernet yakni penydia layanan internet, Gramen Software Company dan belasan perusahaan lain uang menggunakan sistem Gramen.

Salah satu ciri unik Gramen Bank adalah pola pemberian kredit yang disandarkan pada pembentukan kelompok kecil penerima kredit. Satu kelompok kredit terdiri dari 5 orang yang saling bantu dan mengawasi dalam proses income gnerating (aktifitas yang mendatangkan penghasilan). Hanya 2 orang dari mereka yang diperkenankan meminta kredit dari bank dan jika mereka tidak bermasalah dalam pengembalian kreditnya, 2 orang lain dalam kelompok boleh ikut meminjam dan jika semua sukses di orang kelima bisa mengajukan krdit pada bank. Dukungan moral dari sesama anggota kelompok peminjam menjadi pemacu pengembalian kredit secara disiplin.

Diantara hal-hal penting dari sisi lain Gramen Bank yang perlu, namun tidak banyak diketahui adalah sebagai berikut :

1.      Gramen Bank sama sekal tidak beroperasi berdasarkan hukum syariah islam.

2.      Model kredit mikro Gramen Bank merupakan versi baru dari ekonomi feodal dalam konteks hubungan peminjam dan pemberi pinjaman.

3.      Modal operasi kredit mikro Gramen Bank didasari asumsi implisit konflik kelompok dan paradigma neoklasik ortodoks barat tentang ekonomi bebas nilai.

4.      Gramen Bank berdiri atas landasan hukum yang berbeda dibandingkan usaha perbankan pada umumnya.

5.      Gramen Bank juga mendapat fasilitas bebas pajak.

 

 

 Metode yang digunakan Grameen Bank ini berupa group lending, group sanction atau collateral. Berbeda dengan sistem dan prinsip bank konvensional, cara kerja Grameen Bank melalui pemberian kredit kepada orang miskin, yang sebagian besar tidak berpenghasilan tetap. Grameen Bank merancang kredit mikro berbasis kepercayaan bukan kontrak legal. Konkretnya, peminjam diminta membuat kelompok yang terdiri dari lima orang dengan satu pemimpin. Pinjaman diberikan secara berurutan dengan catatan orang kedua baru bisa meminjam setelah pinjaman orang pertama dikembalikan. Pembayaran pinjaman yang dilakukan Grameen Bank diberikan kepada suatu kelompok miskin, dan pembayarannya juga melalui kelompok itu. Jika terdapat nasabah yang tidak mampu membayar, maka teman dalam satu kelompoknya harus membantu supaya orang tersebut mampu membayar. Selain itu, kelompok peminjam dituntut membuat pelbagai agenda sosial yang bermanfaat bagi masyarakat di sekitarnya.Ada kombinasi antara modal uang dan modal sosial. Dengan menerapkan modal sosial ini, pengembalian utang kepada Grameen Bank bisa mencapai 99%.

 

 

Minggu, 15 November 2009

Produk dan Jasa

Produk Dan Jasa

LKM dapat menawarkan bermacam-macam produk dan jasa bagi para pelanggan mereka.Yang paling penting jasa keuangan. Namun demikian, oleh karena sifat pelanggan sasaran LKM- wanita dan pria miskin tanpa asset yang paling diraih, yang seringkali tinggal didaerah terpencil dan besarkemungkinan buta huruf LKM tidak bisa beroperasi seperti kebanyakan lembaga keuangan yang formal. Lembaga keuangan formal pada umunya kurang memperhatikan perhatian kepada bisnis tidak formal dan sangat kecil yang diselenggarakan masyarakat miskin sebagai suatu investasi yang menarik.

Intermediasi finansial biasa, pada umunya tidak cukup membantu mereka untuk mengambil bagian,dan karena itu LKM perlu menciptakan mekanisme yang dapat menjembatani kesenjangan yang tercipta oleh kemiskinan, buta huruf, jenis kelamin dan keadaan terpencil. Lembaga – lembaga setempat harus dibangun dan dipelihara dan keterampilan dan kepercayaan pelanggan baru harus dikembangkan.

Oleh karena itu penyediaan jasa keuangan secaraefektif abgi wanita dan pria berpendapatan rendah seringkali membutuhkan intermediasi sosial : proses menciptakan modal sosial sebagai pendukung intermediasi fianacial dengan kelompok miskin dan melarat atau perseorangan. Sebagian besar LKM menyediakan semacam intermediasi sosial, terutama sekali jika mereka bekerjasama dengan kelompok. Dalam beberapa hal intermediasi sosial dilaksanakan organisasi lain yang bekerjasama dengan LKM.

Kerangka Kerja Sistem

Penyediaan jasa keungan mikro bagi pelanggan miskin merupakan proses yang rumit yang membutuhkan berbagai jenis ketrampilan dan fungsi yang bebeda. Mungkin membutukan lebih dari satu jenis lembaga. Bahkan LKM yang membutukan lebih dari secara utub jarang menyediakan jasa seperti yang dituntut oleh kelompok sasaran tersebut. Jadi pemahaman bagaimana proses intermediasi finansial dan sosial berlangsung membutukan suatu analisis sistem dari pada suatu analisi kelembagaan saderhana.

Pendekatan sistem berguna baik watak para donor ataupun untuk para praktisi, karena membuat persoalan subsidi jauh lebih mudah untuk dipahami dan ditangani secaa jujur.pendekatan sistem memungkinkan kita melihat masing – masing lembaga tang terlibat dalam proses intermediasi sebagai tempat berkelanjutan yang tersendiri ketika kita sedang menilai kelangsungan hidup komersial dari seluruh sistem.

Dalam kerangka kerja sistem atau penyediaan produk dan jasa secara luas yang dapat disedikan untuk para pelanggan keuangan mikro:

· Intermesiasi finansial, atau penyediaan produk dan jasa keuangan seperti tabunga, kredit, asuransi, kartu kredit, dan sistem pembayaran.Intermediasi finansial tidak membutukan subsidi secara terus menerus.

· Intermenedeasi sosial, atau proses pengembangan modal manusia dan sosial yang dibutuhkan oleh intermendiasi berkelanjutanbagi masyarakat miskin. Intermediasi sosial mungki membunuhkan subsidi untuk waktu yang lebih panjang dari pada intermediasi finansial,walaupun akhirnya subsidi harus dihapuskan.

· Jasa pengembangan usaha, atau jasa non-keuanganyang membantu pengusaha mikro. Mereka meliputi pelahtihan bisnis, jasa pemasaran dan teknologi, pengembangan ketrampilan, dan analisis sub-sektor. Jasa pengembangan usaha mugkin membutuhkan atau tidak membutuhkan subsudi, tergantung kemauan dan kemampuan pelanggan untuk membayar jasa ini.

· Layanan sosial, atau jasa bukan keuangan yang memusatkan perhatian padakesejahteraan pengusaha mikro. Mereka meliputi kesehatan, nutrisi, pendidikan, dan perlahtihan melek huruf. Layanan sosisl kemungkinan besar membutuhkan subsidi secara terus menerus yang serikali disediakan oleh negara atau melalui para donor yang mendukung LSM.

Lembaga keuangan mikro-minimalis atau utuh?

LKM yang menempuh pendekatan minimalis biasanya hanya menawarkan intermediasi financial, tetapi adakalnya menawarkan jasa intermediasi sosial secara terbatas. Minimalis mendasarkan pendekatan pada dasar pemikiran bahwa ada suatu “bagian yang hilang” untuk pertumbuhan usaha, biasanya dianggap sebagai belum adanya kredit jangka pendek yang diperoleh atau diakses, yang ditawarkan oleh LKM.

Pendekatan utuh menganut padangan yang lebih menekankan pada pentingnya keseluruhan dan saling keterkaitan dari semua bagaian(bolistic). Pendekatan ini menyediakan gabungan rentang intermediasi finansial dan sosial,pengembangan usaha, layanan sosial. Walaupun pendekatan ini mungkin tidak menyediakan dari pendekatan LKM menarik manfaat dari kedekatan dengan para pelanggan dan, berdasarkan tujuannya, menyediakan berbagai jasa/ layanan yang paling dibutuhkan atau karena penyediaan mengadung keuanggulan komparatif.

LKM dalam memilih pendekatan minimalis atau lebih utuh bergantung pada tujuan dan keadaan sekitarnya (permintaan dan penawaran) dimana lembaga tersebut beroperasi. Apabila LKM memilih melakukan pendekatan utuh, lembaga tersebut harua nenyadari hadirnya sejumlah perosalan potensial berikut:

· Penyediaan jasa keuangan dan non-jasa keuangan adalah dua kegiatan berbeda yang sewaktu – waktu dapat membawa lembaga mengikuti tujuan yang salingbertentangan.

· Para pelanggan sukar membedakan antara “layanan sosial” yang bebas biaya, dengan “jasa keuangan” yang harus dibayar, pada saat mereka memperoleh dua-duanya dari organisasi yang sama.

· LKM menawarkan bermacam-macam jasa/layanan mungkin menghadapi kesukaran dalam menetapkan dan mengendalikan biaya masing-masing.

· Jasa non-keuangan jarang berkelanjutan secara keuangan.

Intermediasi Finasial

Peranan utama LKM adalah menyediakan intermediasi finansial. Ini meliputi pemindahan modal atau likuiditas dari mereka yang kelebihan pada satu waktu tertentu kepada mereka yang kekurangan pada waktu yang sama. Karena produksi dan konsumsi tidak berlangsung serampak, perlu tindakan untuk mengekoordinasi ritme-ritme yang berlainan.dalam bentuk tabungan dan kredit timbul untuk memungkinkan koordinasi.

Dua hal yang sangat mendesak untuk dipertimbangkan pada saat menyediakan untuk jasa keuangan adalah:

Ø Secara efetif menggapi permintaan dan preferensi pelanggan

Ø Menyusun produk yang sederhandan mudah dipahami pelanggan dan mudah dikelola LKM

Pada umumnya,rentang produk yang tersedia meliputi:

Ø Kredit

Ø Tabungan

Ø Asuransi

Ø Kartu kredit

Ø Jasa pembayaran

Kredit

Kredit adalah dana yang dipinjam dengan persyaratan pembayaran kembali secara khusus. Kalau jumlah tabunga dihimpun kurang mencukupi untuk membiayai suatu bisnis dan kalau hasil dari meminjam dana memlebihi pembayaran suku bunga yang dibebankan, pembayaran masuk akal untuk meminjam daripada menangguhkan kegiatan bisnis sampai cukup dana berhasil dihimpun, dengan anggapan adanya dana berhasil dihimpun untuk membayar hutang.

Pada umunya pinjaman diambil untuk maksud produktif, yaitu : untuk menghasilkan pendapatan didalam bisnis. Sebagian LKM juga memberikan kredit untuk komsumsi, perumahan, atau peristiwa khusus. Walaupun banyak LKM bersikeras untuk hanya menyediakan kredit produktif, setiap pinjaman yang meningkatkan likuiditas rumah tangga membebaskan pendapatan usaha, yang dapat dimasukkan kembali kedalam bisnis.

Pada umunya metode pemberian kredit dapat dibagi dalam dua kategori luas pendekatan individu/perseorangan dan kelompok, berdasakan bagaimana LKM menyampaikan dan menjamin pinjaman .

· Pinjaman individu diberikan kepada perseorangan berdasarkan kemampuan mereka untuk menyediakan kepastian kepada LKM mengenai pembyaran kembali dan tingkat keamanan.

· Pendekatan berdasarkan kelompok memberikan pinjaman kepada kelompok yaitu, baik kepada perseorangan yang merupakan anggota kelompok dan menjamin pinjaman satu sama lain satu kepada kelompok yang kemudian meminjamkan kembali kepada para anggota mereka.

Tabungan

Pengerahan tabungan sudah lama menjadi persoalan kontroversial dalam keungan mikro. Dalam beberapa tahun terakhir kesadaran pembuat kebijakan dan praktisi semakin meningkat akan sangat banyaknya skema tabungan tidak formal dan LKM diseluruh dunia yang sangat berhasil mengerakan tabungan. Perkembangan ini menegaskan fakta bahwa para pelanggan berpendapatan rendah mampu dan memang menabung.

  1. Tabungan wajib

Tabungan wajib sangat berbeda dengan tabunga dengan tabungan sukarela. Tabunga wajib merupakan dana yang harus disertorkan oleh peminjam sebagai syarat untuk memperoleh pinjaman, adakalanya sebagai suatu persentase dari jumlah pinjaman , tekadang sebagai jumlah nominal pinjaman. Sebagian besar tabungan wajib dapat dianggap sebagai bagian dari produk kredit daripada produk tabungan sebenarnya, karena terkait erat dengan perolehan dan pembayaran kembali kredit.

Tabungan wajib berguna :

· Menunjukkan nilai dari kebiasaan menabung untuk peminjam.

· Berlaku sebagai mekanisme agunan tambahan untuk memastikan pembayaran kembali kredit.

· Membuktikan kemampuan pelanggan mengelola arus kas dan membuar kontribusi berkala.

· Membantu membangun dasar aktiva pelanggan.

Namun demikian, tabungan wajib seringkali dirasakan oleh pelanggan sebagai provisi yang harus mereka bayar untuk mengambil bagian dan berhasil meperoleh kredit. Pada umumnya tabungan wajib tidak dapat ditarik pelanggan kalau mereka masih mempunyai pinjaman yang belum lunas.

  1. Tabunga Sukarela

Sepeti ditunjunkan oleh namanya tabungan sukarela bukan bagian yang wajib ari menakses jasa dan kredit. Layangan tabungan sukarela tersedia baik bagi peminjam maupun bagi bukan peminjam yang menyetor atau menarik dana sesuai kebutuhan mereka.

Ada tiga kondisi yang harus disediakan LKM dalam mempertimbangkan pengerahan tabungan sukarela (OGAP 1997) :

· Suatu lingkungan yang memungkinkan, termasuk kerangka hukum dan pengaturan yang tepat.

· Kemampuan pengawasan yang memadai dan efektif untuk melindungi pemilik dana.

· Pengelolaan dana LKM secara baik dan konsisten.

Asuransi

Asuransi adalah produk yang kemungkinan besar akan ditawarkan dengan lebih luas oleh LKM di kemudian hari, karena ada permintaan yang sedang tumbuh diantara para pelanggan mereka untuk asuransi keseluruhan atau kredit dalam hal kematian atau kehilangan harta.

Kartu Kredit dan Kartu Pintar

Kartu kredit memang menawarkan banyak keuntungan baik untuk pelanggan maupun untuk LKM. Kartu kredit dapa :

· Memperkecil biaya administrasi dan operaional.

· Memperlancar kegiatan operasional.

· Menyediakan fasilitas kredit terus menerus kepada peminajam sehingga memungkinkan mereka menambah arus kas mereka sesuai kebutuhan.

Kartu pintar. Kerajaan Swiziland menyediakan kartu pintar untuk para pelanggannya, yang serupa dengan kartu kredit, namun tidak dapat digunakan digerai pengecer, kartu pintar berisikan memory chip yang memuat informasi mengenai fasilitas kredit pada lembaga pemberi pinjaman yang tersedia bagi pelanggan.

Jasa Pembayaran

Jasa pembayaran meliputi hak istimewa penguangan cek dan pembukuan cek bagi nasabah yang menempatkan simpanan. Disini jasa pembayaran bank diberkas bersama dengan layanan tabungan atau secara terpisah dengan imbalan jasa. Apabila jasa pembayaran diberkas dengan layanan tabungan, seolah-olah LKM membayar suku bunga yang rendah atas rekening simpanan nasabah untuk menutup imbalan jasa tesebut. Sebaliknya, ada pembebanan imbalan jasa untuk menutup biaya ini, yang meliputi biaya personalia. Infrastruktur dan asuransi.

Rabu, 11 November 2009

Grameen's Game

Saya mendapatkan modal/kredit sebesar Rp.10.000,-

Saya berinisiatif untuk berjualan mie hun goreng dengan modal tersebut.

Dengan modal Rp. 10.000 saya membeli bahan – bahannya, yaitu :

Bahan – bahan :

  • Kerupuk 1 ons = Rp.1.000

  • Mie hun 1 kg = Rp. 4.000

  • Kol = Rp. 1.000

  • Bungkus mie nya koran bekas & daun pisang.

  • Bumbu : cabe merah, bawang merah, bawang putih,

Tomat, kecap, garam, minyak, daun sup, = Rp. 4.000

Dengan modal tersebut, saya dapat membuat 15 bungkus kecil mie hun goreng, dengan harga Rp. 2.000 per bungkus, yang saya titip pada beberapa kedai kopi di sekitar rumah saya.

Hari 1 :

Minggu, tgl 18 oktober 2009, terjual 12 bungkus,

Hasil penjualan Rp. 24.000, Laba bersih = Rp. 14.000 stlh di potong modal.

Hari 2 :

Saya mulai menambah modal lagi menjadi Rp. 20.000 dari laba hari minggu kemarin dan dapat menambah jumlah bungkus menjdai 30 bungkus.

Senin, tgl 19 oktober 2009, terjual 25 bungkus,

Hasil penjualan : Rp. 50.000, laba bersih = Rp. 30.000

Hari 3 :

Selasa, tgl 20. Oktober 2009, terjual 23 bungkus,

Hasil penjualan Rp. 46.000, Laba bersih : Rp. 26.000.

Hari 4 :

Rabu, tgl 21 oktober 2009, terjual 25 bungkus,

Hasil penjualan Rp. 50.000, Laba bersih = Rp. 30.000.

Hari 5 :

Kamis, tgl 22 oktober 2009, terjual 27 bungkus,

Hasil penjualan : Rp. 54.000, Laba bersih = Rp. 34.000

Hari 6 :

Jum’at, tgl 23. Oktober 2009, terjual 20 bungkus,

Hasil penjualan Rp. 40.000, Laba bersih : Rp. 20.000.


Jadi total semua LABA BERSIH =Rp. 154.000,-


Senin, 02 November 2009

catatanku pagi ini untukmu

ya.. kmren mungkin emang aku salah..
tapi tolong dimaafin yha..
abis.. kamu juga sih,,,,,, ngeyel dan sewenang2..
tapi apapun itu..
im sorry yHa hun.hehehe